Selasa, 03 Januari 2012

Tugas Kewirausahaan #2

Tugas Kewirausahaan #2


Disusun Oleh:

Nama : Novi Maulana

NPM : 30408620

Kelas : 4 ID02


1. Sebutkan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, dan berikanlah contoh masing.

  1. Kebutuhan untuk berprestasi, contohnya: apa yang dikerjakan dalam mengembangkan usaha baru, seseoang ingin mendapat penghargaan atas apa yang ia kerjakan.
  2. Kebutuhan untuk berafiliasi, contohnya: dalam menjalankan usahanya, seseorang ingin memiliki rekan bisnis yang dapat membantu usaha yang dijalankannya tersebut.
  3. Kebutuhan untuk berkuasa, contohnya: dalam perusahaan, seorang karyawan ingin naik pangkat lebih tinggi.

(credits : http://www.scribd.com/doc/55061327/Definisi-Kewirausahaan)

2. Sebutkanlah dan berikanlah contoh masing-masing sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru.

  1. Konsumen, contohnya: konsumen memesan kue strawbery dengan keju yang tidak ada dalam menu, lalu memunculkan ide baru bagi penjual.
  2. Perusahaan yang sudah ada, contohnya: i-pad yang dikeluarkan oleh Apple memunculkan ide baru perusahaan lain untuk membuat sesuatu yang baru.
  3. Saluran distribusi, contohnya: pengiriman buah durian dekat rumah memunculkan ide membuat suatu produk dengan durian.
  4. Pemerintah, contohnya: munculnya hukum mengenai K3 menimbulkan ide untuk membuat alat-alat keselamatan kerja.
  5. Penelitian dan pengembangan, contohnya: Apple dengan penelitian dan pengembangan akhirnya mengeluarkan i-pad.

(credits: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab2-identifikasi_peluang_usaha_baru.pdf)

3. Sebutkan dan jelaskan masing-masing unsur-unsur analisa pulang pokok.

  1. Laba: kelebihan yang diperoleh dari jumlah penerimaan penghasilan dikurangi dengan jumlah biaya yang dikeluarkan atau penerimaan kotor perusahaan akibat dari penjualan barang-barang.
  2. Biaya: jumlah uang yang dikeluarkan atau dapat berbentuk hutang untuk barang-barang atau jasa-jasa yang kesemuanya diarahkan untuk kegiatan operasi perusahaan.
  3. Volume: jumlah barang yang diproduksi atau dijual pada periode tertentu.

(credits: elib.unikom.ac.id/download.php?id=16751)

4. Sebutkan dan jelaskan pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan, serta sebutkan keuntungan dan kerugian masing-masing

  1. Pemilikan tunggal (firma) merupakan organisasi bisnis kecil paling umum. Perusahaan dimiliki dan dijalankan satu orang. Hanya memerlukan izin dan mendaftar untuk memulai usaha. Keuntungan : kewajiban hukum yang dipenuhi hanya sedikit dan tidak semahal bentuk kongsi atau perseroan, pemilik tidak membagi laba dengan siapapun, tidak perlu berkonstultasi dengan sesame pemilik atau rekanan sehingga memiliki kekuasaan membuat keputusan dan pengendalian sepenuhnya, pemilik dapat menanggapi kebutuhan-kebutuhan bisnis dengan cepat dalam bentuk keputusan manajemen sehari-hari, dan pemilikan tunggal biasanya bebas dari pengawas pemerintah dan perpajakan khusus. Kerugian : kewajiban dan tanggung jawab tidak terbatas atas seluruh utang perusahaan, modal yang tersedia jauh lebuh kecil dibandingkan organisasi bisnis lainnya, dan sukar mendapatkan pembiayaan jangka panjang dan sangat tergantung keterampilan pemilik menyebabkan perusahaan tidak stabil.
  2. Kongsi merupakan asosiasi dari dua orang atau lebih, yang bertindak sebagai pemilik bersama dari sebuah bisnis. Ayat-ayat perjanjian dari kongsi biasanya dirumuskan untuk menentukan sumbangan masing-masing rekanan kepada bisnis. Keuntungan : formalitas hukum dan pengeluaran-pengeluaran lebih sedikit dibandingkan dengan persyaratan-persyaratan dalam pendirian perseroan, para rekanan termotivasi untuk menerapkan kemampuan terbaik karena ikut mendapatkan laba, lebih mudah mendapatkan modal besar dan memiliki ketarampilan yang lebih luas dibandingkan firma, dan pengambilan keputusan lebih luas dibandngan perseroan. Kerugian : terdapat kewajiban tak terbatas minimal bagi seorang rekanan, dapat berakhir kapan saja dan dapat dilanjutkan dengan membentuk kongsi baru, kongsi relatif lebih sukar untuk memperoleh modal dalam jumlah besar dibandingkan perseroan, dan rekanan merupakan agen bisnis itu dan tindakan mereka mengikat rekanan lain.
  3. Perseroan merupakan jenis organisasi bisnis paling rumit. Biasanya dibentuk dengan kekuasaan dari sebuah badan pemerintah dan harus menurut hukum dagang, dan peraturan-peraturan pemerintah pusat maupun daerah. Keuntungan : kewajiban terbatas hanya dalam jumlah saham, kepemilikan dengan mudah dipindahkan keorang lain, memiliki ekstensi hukum yang terpisah, ekstensi perusahaan relative lebih stabil dan permanen sehingga perusahaan dapat berjalan melaksanaan usahanya, pendelegasian kekuasaan pada manajer professional, dan perseroan sanggup menggaji spesialis. Kerugian : kegiatannya dibatasi oleh akte pendirian sesuai hukum dan perundangan, banyak peraturan pemerintah yang harus diperhatikan, membutuhkan biaya yang besar dalam pendiriannya, dan pajak yang tinggi karena adanya berbagai instasi pemerintah.
  4. perusahaan yang go public biasanya memperoleh cara mudah untuk mendapatkan modal tambahan terutama utang. Tidak hanya pembiayaan hutang tetapi modal ekuitas masa depan lebih mudah diperoleh ketika diperoleh kenaikan harga saham. Keuntungan : diperolehnya modal ekuitas baru, diperoleh nilai dan kemampuan dialihkan dari aktiva organisasi, kemampuan untuk mendapatkan dana dimasa depan dengan relative lebih mudah, dan mendapatkan prestise. Kerugian : hilangnya fleksibilitas dan meningkatnya beban administrasi yang diakibatkannya.

(credits : http://kewiraswastaan.wordpress.com/2011/01/28/bentuk-bentuk-kepemilikan/)

Rabu, 09 November 2011

Keripik Bonggol Pisang

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PELUANG USAHA ”KERIPIK BONGGOL PISANG”

BIDANG KEGIATAN

PKMK

Diusulkan oleh:


Novi Maulana (30408620) / 2008




UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2011

HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan : Peluang Usaha ”Keripik Bonggol Pisang”

2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P (√ ) PKM-K

( ) PKM-T ( ) PKM-M

3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian

( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa

(√ ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora

( ) Pendidikan

4. Ketua Pelaksana Kegiatan

a. Nama Lengkap : Novi Maulana

b. NIM : 30408620

c. Jurusan : Teknik Industri

d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Gunadarma

e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jalan Rawa Kuning, 08569845412

5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis :

6. Dosen Pendamping


7. Biaya Kegiatan Total :

a. Dikti : Rp. 10.000.000,-

b. Sumber lain : -

8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 2 bulan

Bekasi, Oktober 2011

Menyetujui

Ketua Jurusan/Program Studi Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dr. Ir. Rakhma Oktavina, MT.) (Novi Maulana)

NIP. 000907 NIM. 30408620


Pembantu Rektor Bidang Dosen Pendamping

Kemahasiswaan

(Irwan Bastian, S.Kom, MMSi.) (Dr. Ir. Hotniar Siringoringo,MSc.)

NIP. 930390 NIP.

A. Judul Program

Peluang Usaha ”Keripik Bonggol Pisang”.

B. Latar Belakang Masalah

Perkembangan kehidupan yang semakin pesat serta di imbangi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat ikut mempengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia. Perubahan gaya hidup tersebut tidak hanya dilihat dari sisi teknologi, tetapi juga termasuk selera dan minat masyarakat terhadap makanan tradisional dari negaranya sendiri. Makanan tradisional saat ini mulai tersaingi dengan makanan modern. Makanan modern memang memberikan rasa yang berkelas dan tampilan menarik, dua hal itulah yang membuat makanan tradisional kurang dilirik oleh masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengangkat minat masyarakat terhadap makanan tradisional perlu dilakukan inovasi terhadap makanan tradisional tersebut, agar perkembangan yang terjadi tidak ikut mematikan minat masyarakat terhadap makanan tradisonal yang ada dan menuntut adanya suatu terobosan-terobosan baru yang berguna bagi kelangsungan hidup masyarakat.

Keripik bonggol pisang adalah salah satu jenis makanan tradisional yang berbahan dasar dari bonggol pisang. Bonggol pisang umumnya berada dekat dengan akar pisang yang berwarna putih dan biasanya pada masyarakatr jaman dulu digunakan untuk menjadi kebutuhan bahan makanan pokok. Oleh karena itu, untuk menarik minat masyarakat terhadap makanan ini perlu dilakukan pembuatan dan pemasaran dengan membuat keripik berbagai variasi rasa dan bentuk yang berbeda. Keripik bonggol pisang dengan berbagai variasi rasa sebelumnya sudah pernah diproduksi di beberapa daerah, namun terobosan baru dari keripik bonggol pisang ini masih sulit ditemui di daerah Bekasi. Pengenalan terhadap keripik bonggol pisang dengan terobosan baru ini perlu dilakukan dan dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk ke depannya.

C. Perumusan Masalah

Makanan adalah salah satu jenis usaha yang saat ini semakin berkembang. Keripik bonggol pisang adalah salah satu jenis makanan tradisional yang cukup diminati oleh masyarakat, namun jenis makanan tradisional tersebut sekarang ini tersaingi oleh jenis makanan modern yang memberikan rasa dan tampilan yang berkelas. Peluang usaha makanan tradisional dengan inovasi baru dapat membuat minat masyarakat terhadap makanan tradisional semakin tinggi. Permasalahan yang ingin dipecahkan, yaitu:

1. Siapakah sasaran yang akan menjadi konsumen ”Keripik Bonggo Pisang” ini?

2. Bagaimana minat konsumen terhadap inovasi baru dari keripik bonggol pisang ini?

3. Apakah jenis rasa dan bentuk keripik bonggl pisang yang paling menarik minat konsumen?

4. Bagaimana proses pembuatan keripik bonggol pisang dengan inovasi baru ini?

5. Bagaimana rencana pemasarannya dan bagaimana kelayakan finansial dari usaha ” Keripik Bonggol Pisang”.

D. Tujuan

Tujuan program ini adalah menganalisis peluang usaha ”Keripik Bonggol Pisang” makanan tradisional dengan inovasi baru, yaitu dengan:

1. Menghasilkan desain produk terpilih berdasarkan preferensi konsumen.

2. Menghasilkan desain proses pembuatan keripik bonggol pisang berdasarkan desain produk terpilih.

3. Menganalisis kelayakan usaha ”Keripik Bonggol Pisang” dengan menggunakan analisis finansial.

4. Membuat rencana pemasaran.

E. Luaran yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dari program ini, yaitu:

1. Penurunan konsep produk

2. Desain proses produksi

3. Analisis finansial usaha

4. Implementasi usaha Keripik Bonggol Pisang

.

F. Kegunaan Program

Kegunaan dari program ini adalah menciptakan inovasi baru dari makanan tradisional yang nantinya dapat dijadikan sebagi peluang usaha, sehingga dengan adanya program ini dapat mengurangi tingkat pengangguran.

G. Gambaran Umum Rencana Usaha

Usaha penjualan keripik bonggol pisang pada umumnya telah dijual dimana-mana, namun secara umum pembuatan keripik bonggol pisang tersebut hanya relatif tidak bervariasi dalam hal bentuk, ukuran dan rasa.. Bentuk dan ukuran hanya persegi panjang yang ukuran relatif kecil dan semua hanya bercita rasa dari garam saja. Usaha keripik bonggol pisang dengan berbagai rasa telah dikembangkan di daerah Bantul-Jawa Tengah dan respon dari masyarakat pun terbilang lumayan sukses karena cukup diminati oleh masyarakat.

Melihat dari kesuksesan tersebut, projek pemasaran ingin dilakukan didaerah Bekasi dan sekitarnya yang belum ada dan mengembangkan inovasi dalam cita rasanya, serta variasi bentuk-bentuk akan diterapkan dalam pembuatan keripik bonggol pisang agar menjadi ciri khas atau pembeda yang sebelumnya sudah dipasarkan di daerah tersebut.

Pembuatan keripik bonggol pisang ini pun terbilang cukup sederhana hanya saja perlu dilakukan modifikasi terhadap rasa, bentuk dan ukuran untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan..

H. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data memerlukan metode dalam pelaksanaannya agar dapat dilaksanakan secara terstruktur. Berikut ini adalah diagram alur dari pengumpulan data pembuatan Keripik Bonggol Pisang.

Gambar 1. Diagram Alir Pembuatan Keripik Bonggol Pisang

Kegiatan dimulai dengan menurunkan konsep produk berdasarkan bentuk, ukuran dan rasa. Ukuran terdiri atas dalam ukuran kecil, sedang, dan besar. Bentuk-bentuknya itu sendiri akan dibuat dalam berbagai bentuk seperti bulat, kotak persegi, persegi tiga, bintang, persegi lima, persegi panjang, jajar genjang, dan lain-lain. Semua bentuk tersebut akan dikreasikan dalam berbagai macam rasa pula seperti : rasa asin, pedas, terasi udang, pedas manis dan rasa abon sapi.

Kegiatan selanjutnya adalah melakukan riset pasar mengenai ketersediaan bahan baku pembuatan keripik bonggol pisang, penentuan alternatif model, ukuran, dan rasa yang disukai konsumen, survei dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Tahap ketiga adalah desain proses produksi. Proses produksi didasarkan pada bentuk, ukuran, rasa, dan peralatan yang digunakan. Tahap keempat adalah implementasi dan analisis. Implementasi dilakukan dengan memproduksi alternatif-alternatif desain produk yang telah dihasilkan, kemudian dilakukan dengan menguji coba pemasaran produk dalam jumlah terbatas terhadap bentuk, ukuran dan rasa dari keripik bonggol pisang tersebut untuk menghidari rasa yang kurang pas dari selera konsumen.

Setelah proses produksi dianggap selesai sesuai rencana, langkah selanjutnya melakukan implementasi dan menganalisis feedback pasar. Selanjutnya adalah melakukan analisis finansial untuk usaha keripik bonggol pisang, meliputi perhitungan rugi laba dari pemasaran produk keripik bonggol pisang tersebut, melakukan penetapan harga dari keripik bonggol pisang dengan berat 1 bungkusnya 1000 gram. Terakhir adalah menentukan rencana pemasaran keripik bonggol pisang. Menentukan target dimana pemasaran keripik bonggol pisang akan dilakukan dan yang paling banyak dinikmati oleh konsumen. .


i. Jadwal Kegiatan Program

Jadwal kegiatan program dari penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan

Waktu

Bulan ke-1

Bulan ke-2

Minggu I

Minggu II

Minggu III

Minggu IV

Minggu V

Minggu VI

Minggu VII

Minggu VIII

Mengidentifikasikan sasaran/konsumen

Membuat kuesioner

Melakukan penyebaran kuesioner

Melakukan pengolahan data kuesioner

Pemilihan desain (rasa dan bentuk)

Mendesain proses produksi

Implementasi program

Melakukan analisis kelayakan usaha

Membuat laporan akhir kegiatan


j. Rancangan Biaya

Rancangan biaya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini dapat dirinci sebagai berikut:

Tabel 2. Rancangan Biaya Pelaksanaan Program PKM

1.

Komponen Habis Pakai:

Mika plastik 300 buah @ Rp. 500,-

= Rp.

150.000,-

Pita berwarna 3 gulung @ Rp. 10.000,-

= Rp.

30.000,-

Karton Asturo 5gulung @ Rp. 5.000

= Rp.

25.000,-

Double Tip 2 buah @ Rp. 5.000,-

= Rp.

10.000,-

Kertas A4 4 rim @ Rp. 40.000,-

= Rp.

140.000,-

Tinta hitam 3 catridge @ Rp. 120.000,-

= Rp.

360.000,-

Tinta warna 1 catridge @ Rp. 250.000,-

= Rp.

250.000,-

Fotocopy kuesioner 1000 lembar @ Rp. 150,-

= Rp.

150.000,-

Ballpoint 5 buah @ Rp. 3.000,-

= Rp.

15.000,-

Isi Staples 5 buah @ Rp. 5.000,-

=Rp.

25.000,-

Kertas minyak 3 gulung @ Rp. 20.000,-

= Rp.

60.000,-

Total

= Rp.

1.215.000,-

2.

Peralatan Penunjang:

Gunting 5 buah @ Rp. 30.000,-

= Rp.

150.000,-

Penggaris 2 buah @ Rp. 10.000,-

= Rp.

20.000,-

Cutter 2 buah @ Rp. 15.000,-

= Rp.

30.000,-

Staples 3 buah @ Rp. 10.000,-

= Rp.

30.000,-

Kompor gas 1 buah @ Rp. 400.000,-

= Rp.

400.000,-

Tabung gas 3 Kg 1 buah @ Rp. 100.000,-

= Rp.

100.000,-

Wajan 2 buah @ Rp. 50.000,-

= Rp.

100.000,-

Sodet 2 buah @ Rp. 30.000,-

= Rp.

60.000,-

Saringan 2 buah @ Rp. 20.000,-

= Rp.

40.000,-

Pisau 2 buah @ Rp. 20.000,-

= Rp.

40.000,-

Sendok plastik 10 buah @ Rp. 2000,-

= Rp.

20.000,-

Baskom kecil 5 buah @ Rp. 10.000,-

= Rp.

50.000,-

Talenan 2 buah @ Rp. 7.000,-

= Rp.

14.000,-

Codet dan Ulekan 1 buah @ Rp 60.000,-

= Rp.

60.000,-

Total

= Rp.

1.114.000,-

Tabel 2. Rancangan Biaya Pelaksanaan Program PKM (Lanjuatn)

3.

Perjalanan selama 3 minggu @ 4 hari per minggu:

a) Transportasi 5 orang pulang pergi @ Rp. 15.000,-

= Rp.

1.200.000,-

b) Konsumsi 5 orang @ Rp. 10.000,-

= Rp

800.000,-

Total

= Rp.

2.000.000,-

4.

Bahan Produksi

Bonggol pisang 5 buah @ Rp 10.000,-

= Rp.

50.000,-

Tepung terigu 5 kg @ Rp. 7.000,-

= Rp.

35.000,-

Minyak goreng 5 liter @ Rp. 12.000

= Rp.

60.000,-

Bawang Merah 3 kg @ Rp. 15.000,-

= Rp.

45.000,-

Bawang putih 3 kg @ Rp. 15.000,-

= Rp.

45.000,-

Garam 6 buah @ Rp. 1.000,-

= Rp.

6.000,-

Cabai 3 kg @ Rp. 16.000

= Rp.

48.000,-

Kemiri @ Rp. 25.000,-

= Rp.

50.000,-

Ketumbar @ Rp. 25.000,-

= Rp.

50.000,-

Terasi udang @ Rp. 40.000,-

= Rp.

120.000,-

Abon sapi @ Rp. 30.000,-

= Rp.

60.000,-

Gula Pasir 1 kg Rp. 12.000,-

=Rp.

12.000,-

Plastik 1 kg 5 bungkus @ Rp. 8.000,-

= Rp.

40.000,-

Udang cincang ½ kg @ Rp. 15.000,-

= Rp.

15.000,-

Garam 1 bungkus @ Rp. 10.000,-

= Rp.

10.000,-

Saus sambal 2 botol @ Rp. 15.000,-

= Rp.

30.000,-

Total

= Rp.

527.000

5.

Lain-lain:

Perbanyak dan jilid 9 eks @ Rp. 50.000,-

= Rp.

450.000,-

Total

= Rp.

450.000,-

Total Keseluruhan

= Rp.

5.306.000,-

K. Lampiran

Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok

1. Ketua Pelaksana Kegiatan

a. Nama Lengkap : Novi Maulana

b. NPM : 30408620

c. Fakultas/Program Studi : Teknologi Industri / Teknik Industri

d. Perguruan Tinggi : Universitas Gunadarma

e. Waktu untuk kegiatan PKM : 6 jam / minggu

2. Anggota Pelaksana

a. Nama Lengkap :

b. NIM :

c. Fakultas / Program Studi : Teknologi Industri / Teknik Industri

d. Perguruan Tinggi : Universitas Gunadarma

e. Waktu untuk kegiatan PKM : 6 jam / minggu

Nama dan Biodata Dosen Pendamping

1. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Ir. Rakhma Oktavina, MT

2. NIP : 000907

3. Jabatan Fungsional : Ketua Jurusan

4. Fakultas / Program Studi : Teknologi Industri / Teknik Industri

5. Perguruan Tinggi : Universitas Gunadarma

6. Bidang Keahlian : Teknik Industri

7. Waktu untuk kegiatan PKM : 3 jam / minggu

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Ketua Pelaksana

I. DATA PRIBADI

Nama : Novi Maulana

Tempat/tanggal lahir : Jakarta / 01 November 1989

Alamat : Jalan Rawa Kuning, JakartaTtimur-Cakung

No. Telpon/HP : 08569845412

Status : Mahasiswa

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

II. PENDIDIKAN FORMAL

SDN 13 Pagi Jakarta 1996 – 2002

SMPN 193 Jakarta 2002 – 2005

SMAN 11 Jakarta 2005 – 2008

Universitas Gunadarma Bekasi 2008 – sekarang

III. KETERAMPILAN

Terampil menggunakan komputer, dapat mengoperasikan Microsoft Office, SPSS, MINITAB, Quantitative System, WinQSB, Autocad, Promodel, dan Visual Manufacturing.

Bekasi, Oktober 2011

(Novi Maulana)

NPM: 30408620

1.

5. Dosen Pembimbing

Nama : Dr. Ir. Rakhma Oktavina, M.T.

Jenis Kelamin : Perempuan

NIP : 000907

Tempat/Tgl. Lahir : Bandar Lampung, 29 Oktober 1973

Unit Kerja : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri

Universitas Gunadarma

Institusi : Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma

Alamat Kantor : Kampus D Universitas Gunadarma Gedung 4 Lantai 2

Ruang 1 (D421) Jl.Margonda Raya No 100 Depok.

Alamat Rumah : Jl. Cibubur III No.3 Rt 11 Rw 01 Kel. Cibubur, Kec.

Ciracas, Jakarta Timur (13720)

E-mail : oktavina@staff.gunadarma.ac.id ;

rakhmaoktavina@yahoo.com

Riwayat Pendidikan

Jenjang/Jurusan

Tahun Masuk

Tahun Lulus

Institusi

S1/ Jurusan Sosial

Ekonomi Pertanian,

Fakultas Pertanian

1992

1996

Universitas lampung

S2/ Jurusan Teknik

Manajemen Industri,

Fakultas Teknologi

Industri

1996

1998

Institut Teknologi Bandung

S3/ Jurusan Teknik Industri

Pertanian,

Fakultas Teknologi

Pertanian

2004

2008

Institut Pertanian Bogor

Pengalaman Pekerjaan

Pekerjaan

Tahun

Staf Pengajar di Jurusan Teknik Industri Universitas Trisakti Jakarta

1998-2001

Staf Pengajar di Jurusan Teknik Industri Universitas Gunadarma Jakarta

2000-sekarang

Karya Ilmiah 3 Th Terakhir

  1. Oktavina R, Siriongoringo H, Sudaryanto. 2009. “Performance Improvement Model Of Snack’s Micro And Small Enterprises”. Makalah dipresentasikan pada IAENG International Conference on Industrial Engineering (ICINDE ) 2009 di Regal Kowlon Hotel, Hongkong.

  1. Oktavina R, Maarif M.S, Eriyatno. 2008. “Key Performance Indicator’s Priorities Based On Strategic Management System Of Micro And Small Enterprises”. Makalah dipresentasikan dan dimuat dalam prosiding pada Joint Seminar Indonesia-Japan On Technology Transfer And National Seminar On Industrial System Planning 2008 (SNPSI 2008) di Institut Teknologi Bandung.

  1. Oktavina R, Maarif M.S, Eriyatno. 2008. “Sistem Manajemen Ahli Pengukuran Kinerja Usaha Mikro Dan Kecil Makanan Ringan”. Makalah dipresentasikan dan dimuat dalam prosiding pada Seminar Nasional Teknik Industri dan Kongres BKSTI 2008 di Hotel Sunggasana, Makassar.

  1. Oktavina R. 2007. ”Key Performance Indicators Based on External and Internal Environments of Micro and Small Enterprise in Propinsi Lampung Using Structural Equation Modelling (SEM)”. Makalah dipresentasikan dan dimuat dalam prosiding pada International Seminar on Industrial Engineering and Management (ISIEM) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

  1. Oktavina R. et al. 2007. “Penentuan Indikator Kinerja Kunci Bedasarkan Sistem Manajemen Strategi Pada Usaha Mikro Dan Kecil Makanan Ringan Keripik Pisang”. Makalah Dimuat dalam Jurnal Ekonomi Komputer Universitas Gunadarma No.3 / Th XV Edisi Agustus 2007.

  1. Oktavina R, Indrawati S. 2006. “Penerapan Metode Six Sigma Dalam Pengendalian Kualitas Produk Tekstil (Kasus: PT. SM)”.Malakah dipresentasikan pada Seminar Kualitas V Universitas Trisakti di Hotel Menara Peninsula Jakarta.

  1. Oktavina R, Putri DK. 2006. “Rancang Bangun Model Peningkatan Kinerja Usaha Kecil”. Penelitian dibiayai proyek Pengkajian dan Penelitian Ilmu Pengetahuan Terapan Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.